Outlier Detection

Ringkasan

Outlier = data yang nilainya menyimpang signifikan dari mayoritas (contoh: tinggi mahasiswa 160–180 cm, satu data 250 cm). Outlier Detection membersihkan error/noise dan menaikkan performa model — tapi outlier kadang justru informasi penting (fraud, penyakit langka). Penyebab: measurement error, human error, variasi alami ekstrem, kondisi langka. Dampak: statistik (mean, std) bergeser, model tidak akurat. Tidak ada satu metode yang “paling benar” — pilihan tergantung konteks dataset.

Transclude of excalidraw/outlier-boxplot-isolation.excalidraw


Konsep Kunci

1. Taksonomi 4 Metode

  1. Statistical — pakai distribusi statistik (Z-Score, IQR).
  2. Distance-Based — ukur jarak antar data (KNN, Mahalanobis Distance).
  3. Density-Based — ukur kepadatan (Local Outlier Factor / LOF).
  4. Machine Learning — model deteksi (Isolation Forest, One-Class SVM, DBSCAN).

Visual bantu: boxplot, scatterplot, histogram, heatmap korelasi.

2. Z-Score

Ukur jarak nilai ke rata-rata dalam satuan standar deviasi:

Aturan: → outlier. Contoh: , , nilai → → outlier.

3. IQR (Interquartile Range)

Langkah: hitung Q1 (25%) dan Q3 (75%) → → batas:

Data di luar → outlier. Sering dipakai boxplot. Kelebihan: tidak sensitif ke distribusi non-normal. Batas bisa diperketat ke .

4. Isolation Forest

Pohon biner dengan split acak pada fitur. Prinsip: data normal butuh banyak split untuk terisolasi; outlier butuh sedikit split (cepat terpisah karena jauh dari kerumunan). Cocok untuk dataset besar dan berdimensi tinggi; tanpa asumsi distribusi.

Skor anomali dari rata-rata panjang path :

= normalisasi panjang path rata-rata pohon biner acak ukuran . Interpretasi: → outlier; → ambigu; – → normal. (Di sklearn tanda dibalik: skor negatif → outlier, positif → normal.)

Intuisi contoh: dataset , root split acak → kanan langsung terisolasi (path ), kiri masih 5 data butuh split berlapis (path 3–4). Jadi 200 dapat skor , sisanya –.

5. Threshold Tiap Metode

  • Z-score: ambang (bisa diubah).
  • IQR: (bisa diperketat ).
  • Isolation Forest: parameter contamination = proporsi data yang dipaksa jadi outlier (mis. 0,1 = 10%).

6. Tabel Perbandingan

MetodeKonsep dasarKelebihanKekuranganCocok untuk
Z-ScoreJarak ke rata-rata (satuan std); outlier bila Mudah dipahami & diimplementasikan; cepat, dataset kecilKurang efektif bila data sangat besar/kompleksData berdistribusi normal
IQRRentang kuartil; outlier di luar Tak bergantung distribusi normal; sensitif ke ekor distribusi; sederhana & populerBisa terlalu ketat untuk dataset kecilDistribusi miring, data ordinal/rasio
Isolation ForestIsolasi via pohon acak; outlier = cepat terisolasiDataset besar & multidimensi; tanpa asumsi distribusi; fleksibelLebih kompleks dijelaskan ke pemula; hasil dipengaruhi contamination; “memaksa” jumlah outlierData besar, high-dimensional, real-world (fraud, anomali sensor)

Contoh (dengan perhitungan)

A. Dataset X1 (10 baris, BKPM M3 AP)

IDX1X2Kelas
11012A
21115A
3914A
41013A
51216A
6200220A
73028B
83229B
92831B
102927B

Z-score (, ):

IDX1ZIDX1Z
110−0,476200+2,84
211−0,45730−0,12
39−0,49832−0,09
410−0,47928−0,16
512−0,441029−0,14

ID 6: — di bawah ambang 3 tapi jelas menyimpang; Z-score hampir meleset karena outlier sendiri menggelembungkan dan .

IQR: urutkan X1 → median bawah → ; median atas → ; . Batas bawah ; batas atas . ID 1–5 dan 7–10 normal; ID 6 (200 > 60) outlier.

Isolation Forest: ID 6 jauh dari kerumunan 9–32 → terisolasi dalam 1–2 split, skor ; data lain –.

B. Dataset Nilai (perbandingan 3 metode)

  • Z-score (Z = 2{,}52 < 3$) dan 53 lolos — distribusi lebar menutupi outlier atas.
  • IQR: 7 outlier (12, 29, 22, 25, 12, 125, 53) — lebih sensitif ke ekor distribusi.
  • Isolation Forest (contamination → 10% data ≈ 10 baris): menandai 12, 29, 22, 12, 125, 53 (+ sisanya). 125 tetap kena meski lolos Z-score karena mudah diisolasi.

Keterkaitan