Logika Fuzzy Dasar

Ringkasan

Logika fuzzy adalah metodologi pemecahan masalah untuk informasi yang ambigu, samar, atau tidak tepat — meniru cara manusia mengambil keputusan dari data yang ditafsirkan. Bedanya dengan logika tegas: logika tegas hanya mengenal tidak dan ya , sedangkan fuzzy memakai derajat keanggotaan . Halaman ini mencakup himpunan crisp vs fuzzy, operasi himpunan, fungsi keanggotaan, dan pipeline sistem kontrol fuzzy dari fuzzifikasi sampai defuzzifikasi.


Konsep Kunci

1. Crisp set vs fuzzy set

  • Crisp: . Anggota penuh (1) atau bukan anggota (0).
  • Fuzzy: . Nilai = bukan anggota, = anggota penuh, di antaranya = anggota sebagian.
  • Contoh suhu (BKPM Gb. 1–2): himpunan klasik punya batas tajam ([ = awal scope, ) = akhir scope) — misal suhu langsung “panas penuh”. Himpunan fuzzy punya batas kabur — bisa sekaligus anggota “hangat” dan “panas” .

2. Atribut himpunan fuzzy dan domain

  • Linguistik: nama grup berbahasa alami, misal MUDA, PAROBAYA, TUA; TURUN/NAIK; SEDIKIT/BANYAK.
  • Numerik: angka ukuran variabel, misal 40, 25, 50.
  • Domain: keseluruhan nilai yang diizinkan dalam semesta pembicaraan.
  • Fungsi keanggotaan: kurva pemetaan input derajat , dinyatakan numerik atau berupa fungsi.

3. Operasi himpunan fuzzy (plus koreksi BKPM)

  • Gabungan (union) = Max: .
  • Irisan (intersection) = Min: .
  • Kesamaan (equality): .
  • ⚠️ Label tertukar di BKPM: butir “Produk (Product)” diberi rumus — itu sebenarnya komplemen. Butir “Komplemen (complement)” diberi rumus — itu sebenarnya produk. Yang benar:

  • Komplemen: .
  • Produk: .

4. Fungsi keanggotaan

Linear naik (derajat 0 di kiri, naik ke kanan), parameter :

Linear turun (derajat tertinggi di kiri, turun ke kanan), parameter :

Segitiga, parameter :

Trapesium, parameter :

5. Pipeline sistem kontrol logika fuzzy

Transclude of excalidraw/blok-kontrol-fuzzy.excalidraw

  1. Fuzzifikasi: ubah input tegas derajat keanggotaan (misal suhu pada kurva segitiga).
  2. Rule base: set aturan IF-THEN fuzzy — inti sistem. Perhatian: pemilihan variabel input/output, jangkauan nilai linguistik (perlu tuning), penurunan aturan (pengalaman / model fuzzy / model matematika).
  3. Implikasi: fungsi akibat “jika p maka q” — Dienes-Rescher, Lukasiewicz, Zadeh, Gödel, Mamdani.
  4. Inference engine: gabung aturan anteseden konsekuen. Kombinasi gabungan: Product / Minimum. Kombinasi irisan: Lukasiewicz / Zadeh / Dienes-Rescher.
  5. Defuzzifikasi: ubah output fuzzy tegas. Metode: Center of Gravity (COG), Center of Average, Bisector, MOM, LOM, SOM.

Contoh (dengan perhitungan)

Variabel PERMINTAAN domain – (linear), input :

Variabel PERSEDIAAN domain –, input :

Operasi pada derajat tersebut:

  • Irisan (Min): → dipakai sebagai -predikat rule “TURUN AND BANYAK”.
  • Gabungan (Max): .
  • Komplemen: (= , konsisten karena linear naik/turun saling komplemen).

Keterkaitan

  • Prasyarat: —
  • Lanjutan: FIS Tsukamoto–Sugeno (memakai derajat dan -predikat dari halaman ini); metode Mamdani (disebut BKPM, belum dipraktikkan).