Dempster–Shafer
Ringkasan
Teori Dempster–Shafer adalah teori matematika pembuktian berbasis belief function dan plausible reasoning untuk mengkombinasikan potongan evidence terpisah dan menghitung kemungkinan suatu peristiwa. Keyakinan ditulis sebagai interval : Bel = kekuatan evidence yang mendukung, Pl = sejauh mana hipotesis masih mungkin (tidak terbantahkan). Evidence baru digabung lewat aturan kombinasi Dempster; studi kasus BKPM (Abi: panas → hidung buntu → makan udang) berakhir pada kesimpulan Flu + Demam dengan .
Konsep Kunci
1. Frame of discernment
= semesta hipotesis. Kasus BKPM: dengan = Alergi, = Flu, = Demam, = Bronkitis. Tanpa informasi apapun: (seluruh massa pada ketidaktahuan).
2. Mass function
= fungsi densitas kepercayaan yang dilekatkan pada tiap himpunan bagian ; sisa yang tak teralokasi selalu kembali ke . Contoh: panas gejala dengan → , .
3. Belief dan plausibility
- Belief : ukuran kekuatan evidence yang mendukung ; = tak ada evidence.
- Plausibility: ; = kepastian penuh. (BKPM menulis .)
- Interval : batas bawah keyakinan vs batas atas kemungkinan.
4. Aturan kombinasi
Evidence digabung menjadi dengan mengkombinasikan tiap himpunan bagian berdasarkan irisan kedua himpunan, lalu menormalisasi dengan membagi ( = massa konflik, irisan kosong):
Praktik BKPM: kolom = himpunan gejala 1 (), baris = himpunan gejala 2 (), sel = irisan × perkalian massa.
Contoh (dengan perhitungan)
Gejala 1 — panas: ,
Gejala 2 — hidung buntu: ,
Kombinasi (tak ada konflik, ):
| (0,9) | (0,1) | |
|---|---|---|
| (0,8) | : 0,72 | : 0,08 |
| (0,2) | : 0,18 | : 0,02 |
Hasil: , , , . Densitas terkuat: .
Gejala 3 — makan udang: ,
Kombinasi ; konflik (irisan dengan yang kosong), penyebut . Massa hanya dari : , sehingga:
Nilai paling bertahan. Kesimpulan: Abi kemungkinan paling kuat terkena Flu dan Demam.
Keterkaitan
- Prasyarat: sistem-pakar (mesin inferensi + strategi forward/backward yang digabung metode ini)
- Lanjutan: —